kontrasepsi

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Indonesia menghadapi masalah dengan jumlah dan kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan kelahiran 5.000.000 per tahun. Untuk dapat mengangkat derajat kehidupan bangsa telah dilaksanakan secara bersamaan pembangunan ekonomi dan keluarga berencana (KB) yang merupakan sisi masing-masing mata uang. Bila gerakan keluarga berencana tidak dilakukan bersamaan dengan pembangunan ekonomi, dikhawatirkan hasil pembangunan tidak akan berarti.

Pendapat Malthus – yang mengemukakan bahwa pertumbuhan dan kemampuan mengembangkan sumber daya alam laksana deret hitung, sedangkan pertumbuhan dan perkembangan laksana deret ukur, sehingga pada satu titik sumber daya alam tidak mampu menampung pertumbuhan manusia telah menjadi kenyataan. Berdasarkan pendapat demikian diharapkan setiap keluarga, memperhatikan dan merencanakan jumlah keluarga yang diinginkan.

Kontrasepsi adalah suatu cara untuk mencegah terjadinya kehamilan yang bertujuan untuk menjarangkan kehamilan,merencanakan jumlah anak dan meningkatkan kesejahteraan keluarga agar keluarga dapat memberikan perhatian dan pendidikan yang maksimal pada anak.

Pengaturan kelahiran melalui program KB berdampak signifikan terhadap peningkatan kelangsungan hidup ibu, bayi dan anak. Oleh karenanya program KB telah diakui secara internasional sebagai salah satu upaya pokok dalam program safe motherhood and child survival.

Tujuan utama pelaksanaan keluarga berencana adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan dan ke­sejahteraan ibu dan anak, keluarga serta masyarakat pada umumnya. Dengan berhasilnya pelaksanaan keluarga berencana diharapkan angka kelahiran dapat diturunkan, sehingga tingkat kecepatan perkembangan penduduk tidak melebihi ke­mampuan kenaikan produksi. Dengan demikian taraf kehidupan dan kesejahteraan rakyat diharapkan akan lebih me­ningkat.

Program keluarga berencana dilaksanakan atas dasar sukarela serta tidak bertentangan dengan agama, kepercayaan dan moral Pancasila. Dengan demikian maka bimbingan, pendidikan serta pengarahan amat diperlukan agar masyarakat dengan kesadarannya sendiri dapat menghargai dan, menerima pola keluarga kecil sebagai salah satu langkah utama untuk me­ningkatkan kesejahteraan hidupnya. Oleh karena itu pelaksanaan program keluarga berencana tidak hanya menyangkut masalah tehnis medis semata-mata, melainkan meliputi berbagai segi penting lainnya dalam tata hidup dan kehidupan masyarakat.

1.2. Rumusan Masalah

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan definisi, cara kerja, macam-macam, keuntungan & kerugian, indikasi & kontra indikasi, efek samping & penanganannya, serta cara pemberian kontrasepsi pil,
  2. Mahasiswa mampu menjelaskan definisi, cara kerja, macam-macam, keuntungan & kerugian, indikasi & kontra indikasi, efek samping & penanganannya, serta cara pemberian kontrasepsi injeksi,
  3. Mahasiswa mampu menjelaskan definisi, cara kerja, macam-macam, keuntungan & kerugian, indikasi & kontra indikasi, efek samping & penanganannya, serta cara pemberian kontrasepsi implant,
  4. Mahasiswa mampu menjelaskan definisi, cara kerja, macam-macam, keuntungan & kerugian, indikasi & kontra indikasi, efek samping & penanganannya, serta cara pemberian kontrasepsi IUD / AKDR,
  5. Mahasiswa mampu menjelaskan definisi, cara kerja, macam-macam, keuntungan & kerugian, indikasi & kontra indikasi, efek samping & penanganannya, serta cara pemberian kontrasepsi mantap / kontap,

1.3. Tujuan

  1. Bagi mahasiswa

Menambah pengetahuan mahasiswa tentang alat kontrasepsi dan memenuhi tugas pelayanan KB.

  1. Bagi institusi

Sebagai bahan referensi yang digunakan sebagai bahan ajar kepada mahasiswa.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1.    PIL

2.1.1.     Definisi Pil

Pil KB adalah kontrasepsi untuk mencegah kehamilan dengan cara menelan pil satiap hari secara teratur. Pil KB yang mengandung hormone estrogen dan progesterone ini mencegah terjadinya kehamilan dengan cara meniadakan ovulasi (pengeluaran telur dari indung telur) dan mengentalkan lender mulut rahim sehingga sperma sulit memasuki rahim.

Pil / kontrasepsi mengandung hormon sintetik yang berfungsi mencegah pengeluaran sel telur dari indung telur dan mengentalkan cairan leher rahimsehingga menghambat sperma masuk lebih jauh dalam rahim.

2.1.2.     Cara Kerja Estrogen dan Progesteron dalam Pil Kontrasepsi

  1. Estrogen

Estrogen mempunyai khasiat pada kontrasepsi dengan jalan mempengaruhi ovulasi, perjalanan sel telur atau implantasi. Penambahan estrogen dalam kombinasi bertujuan untuk menjamin berlangsungnya siklus haid dan mengurangi insiden breakthrough bleeding. Ovulasi dihambat melalui pengaruh estrogen terhadap hipotalamus dan selanjutnya menghambat FSH dan LH. Ovulasi tidak selalu dihambat oleh pil kombinasi yang berisi 50 mikrogram atau kurang, tetapi oleh pengaruh progesterone di samping estrogen.

Implantasi ovum yang telah dibuahi dapat dihambat oleh estrogen dosis tinggi seperti pada after morning pills, yang diberikan pada pertengahan siklus haid, karena akan menimbulkan efek anti progesterone, sehingga terjadi pertumbuhan endometrium yang menghambat implantasi. Estradiol yang dipakai dalam pil kombinasi adalah etinil estradiol atau mestranol (etinil estranol-3-metil eter).

  1. Progesteron

Fungsi progesterone adalah menyiapkan endometrium untuk implantasi dan mempertahankan kehamilan, namun dalam dosis tertentu yang diatur baik, progesteron mempunyai khasiat kontrasepsi dengan menghalangi penetrasi dan transportasi sperma karena lendir serviks menjadi pekat (cervical prop), dan menghambat kapasitas sperma untuk membuahi dan menembus sel telur. Jika progestern diberikan sebelum konsepsi, maka perjalanan ovum dalam sel telur akan terhambat, bila sebelum ovulasi maka implantasi akan terhalangi.selain itu penghambatan ovulasi juga terjadi melalui jalur hipotalamus-hipofisis.

Jenis progesteron yang dipakai dalam pil kontrasepsi

  1. Derivat dari nor testoteron

Noretinordel

Noretisteron ( noretindron )

Noretisteron-asetat

Etindiol diasetat

Dimetisteron

Norgestrel

  1. Derivat dari hidroksi-progesteron :

17-alfahidroksiprogesteron-kapronat

Medroksiprogesteron-asetat

Dihidroksi-progresteronasetofenida

Megestrol asetat

Klomardinon asetat

2.1.3. Keuntungan dan Kerugian Pil Kontrasepsi

  1. Keuntungan

Sangat efektif bila di pakai dengan benar.

Tidak mengurangi kenyamanan hubungan suami istri.

Menstruasi (haid) menjadi teratur, lebih sedikit dan lebih singkat waktunya, juga mengurangi rasa nyeri haid.

Dapat di pakai selama di inginkan, tidak harus beristirahat dulu.

Dapat di pakai oleh semua wanita usia reproduksi.

Dapat di pakai oleh wanita yang belum pernah hamil.

Dapat di hentikan pemakaiannya dengan mudah kapan saja.

Kesuburan segera kembalisetelah pemakaian pil dihentikan.

Dapat dipakai sebagai “kontrasepsi emergensi“ setelah hubungan suami istri yang “tidak terlindungi“.

  1. Kerugian

Mual (terutama tiga bulan pertama), sakit kepala ringan, dan nyeri payudara.

Perdarahan diantara masa haid (lebih sering perdarahan bercak) terutama bila lupa menelan pil atau terlambat menelan pil.

Meningkatkan berat badan.

Tidak ada haid.

Tidak dianjurkan untuk ibu menyusui karena mengganggu jumlah dan kualitas Air Susu Ibu (ASI).

Tidak dapat dipakai oleh perokok berat, atau wanita dengab tekanan darah tinggi terutama pada usia >35 tahun.

2.1.4. Cara Pemakaian Pil Kontrasepsi

  1. Bilamana mulai makan pil KB?
  2. Pasca persalinan (postpartum)

Mulai makan pil KB 30-40hari pasca perkawinan.

Pakai cara laan dulu (kondom),baru setelah haid dating mulai minum pil KB.

Diberikan induksi haid, setelah terjadi withdrawal bleeding, bsrulsh msksn pil KB.

  1. Pasca keguguran (postabortum)

Langsung makan pil KB.

1-2 minggu postabortum.

Setelah haid pertama postabortum.

  1. Pada tukar (ganti) jenis pil KB.
  2. Pada waktu interval.
  1. Bagaimana cara memulai minum pil KB?
  2. Untuk pil KB yang berisi 21-22 tablet, mulailah minum pil pada hari ke 5 siklus haid, lalu setiap hari 1 tablet, diikuti tidak makan pil selama 6-7 hari.
  3. Untuk yang berisi 28 tablet, mulai minum pil pada hari 1 siklus haid, lalu 1 tablet setiap hari terus menerus.
    1. Bagaimana memilih pil KB yang sesuai?

Cara memilih pil KB yang cocok untuk wanita yang sesuai adalah dengan mengenali 3 tipe utama wanita dan mengetahui isi pil KB yang diberikan. Mumford (1974) menggolongkan3 tipe utama wanita, yaitu:

  1. Estrogenik

Adalah wanita-wanita yang sangat buruk reaksinya terhadap pemberian estrogen, mereka peka terhadap estrogen.

  1. Balance (seimbang)

Adalah wanita-wanita bersifat seimbang antara estrogenic dan progestogenik.

  1. Progestogenik

Adalah wanita-wanita yang bereaksi terhadap progesterone, mereka peka terhadap progesterone.

2.1.5. Macam-macam Pil Kontrasepsi

  1. 1. Pil Kombinasi

Adalah pil kontrasepsi berisi estrogen maupun progesterone (progestagen, gestagen). Dosis estrogen yang 0,05; 0,08 dan 0,1 mg per tablet. Sedangkan dosis dan jenis progesteronnya bervariasi dari masing-masing pabrik pembuatnya.

  1. a. Cara Kerja

Menghalangi produksi gonadotropin dari hipofise secara terus menerus, sehingga tidak terjadi ovulasi.

Merubah konsistensi lendir serviks menjadi tebal dan kental, sehingga penetrasi dan transportasi sperma akan terhalang, sulit atau tidak mungkin sama sekali.

Merubah peristaltik tuba dan rahim, sehingga mengganggu transportasi sperma maupun sel telur

Menimbulkan perubahan pada endometrium, sehingga tidak memungkinkan terjadinya nidasi, dan

Merubah kepekaan indung telur terhadap rangsangan-rangsangan gonadotropin.

  1. b. Efektifitas

Secara teoritis hampir 100 %, dengan angka kegagalan 0,1-0,7 %.

  1. c. Kelebihan

Efektivitasnya tinggi, dapat dipercaya jika diminum sesuai aturan pakainya.

Pemakai pil dapat hamil lagi. Bilamana dikehendaki kesuburan dapat kembali degan cepat.

Tidak mengganggu kegiatan seksual suami istri.

Siklus haid menjadi teratur.

Dapat menghilangkan keluhan nyeri haid (dismenore).

Untuk pengobatan kemandulan, kadang-kadang dapat dipakai untuk memancing kesuburan.

Unuk mengobati wanita dengan perdarahan yang tidak teratur.

Untuk mengobati perdarahan haid pada wanita usia muda (juvenile bleeding).

Dapat memperbaiki perdarahan tidak teratur yang disebabkan  pemberian kontrasepsi hormon lainnya.

Dikatakan dapat mengurangi angka kejadian kanker ovarium.

  1. d. Kekurangan

Y     Pil harus diminum setiap hari, kurang cocok bagi wanita yang pelupa.

Y     Motifasi harus di berikan secara lebih intensif.

Y     Bagaimanapun juga tetap ada efek sampingnya.

  1. e. Efek Samping

Ringan

Berupa mual muntah, penambah berat badan, perdarahan tidak teratur, retensi cairan, edem, mastalgia, sakit kepala, timbulnya jerawat, laopesia, dan keluhan ringan lainnya. Keluhan ini berlangsung pada bulan-bulan pertama pemakaian pil.

Berat

Dapat terjadi trombo-embolisme, mungkin terjadi karena peningkatan aktifitas factor-factor pembekuan atau karena pengaruh vaskuler secara langsung. Angka kejadian trombo-embolis ini dilaporkan 4-9 kali lebih tinggi dari wanita bukan pemakaian pil dari golongan umur yang sama. Namun angka kematian yang terjadi amat rendah, yaitu 3 per 100.000 wanita pemakai pil, hal ini diamati pada wanita-wanita di Negara barat.

Mengenai timbulnya kersinoma servik uteri, menurut  penelitian penelitian yang dipercaya di luar negeri, dikatakann bahwa tidak diperoleh hubungan yang bermakna antara pemakai pil dengan kanker serviks maupun dengan displasia serviks.

f.     Kontra Indikasi

Absolut

Adanya gangguan fingsi hati, tromboflebitis, atau riwayat tromboflebitis, kelainan serebro-vaskuler, keganasan pada kelenjar mamma dan alat reproduksi, serta adanya varises yang berat.

Relatif

Hipertensi, diabetes mellitus, Penyakit tiroid, perdarahan abnormal pervaginam, yang tidak jelas penyebabnya, penyakit jantung dan Penyakit ginjal, serangan asma bronchial, eksema luas, migraine, yang hebat, sering dapat serangan epilepsy serta mioma.

2. Pil Sekuensial

Cara ini banyak dipakai pada tahun enam puluhan, sedangkan dewasa ini nampaknya kurang popular.

  1. a. Cara Pemakaian

Mula-mula minumlah pil yang berisi estrogen selama 2 minggu, teruskan dengan meminum pil kombinsi selama 1 minggu, lalu selama 1 minggu tidak minum apapun. Pada akhir minggu keempat akan terjadi perdarahan haid (withdrawal bleeding).

  1. b. Cara Kerja

Khasiat utama pil sekuensial adalah menghambat ovulasi. Dosis estrogen yang lebih tinggi daripada dosis estrogen dalam pil  kombinasi. Berhubungan tidak adanya progesterone pada 2 minggu pertama, maka kelupaan makan pil hanya 1 hari saja akan  menyebabkan terjadinya ovulasi, sehingga masih mungkin terjadi kehamilan.

  1. c. Indikasi

Pada wanita hipoestrogenik, haid yang tidak teratur, hipofertil, haid yang sering terlambat, dan wanita yang sering terlambat.

  1. d. Efek Samping

Sama dengan pil kombinasi.

  1. e. Efektifitas

Pil sekuensial sekarang ini kurang popular dibandingkan pil kombinasi.

Angka kegagalan lebih tinggi dibandingkan pil kombinasi, yaitu 0,5-1,4. Ini disebabkan karena bila minum pil sekuensial ini tidak boleh  lupa, dapat terjadi kehamilan.

3.    Pil Normofasik

Pil ini kerjanya berada di antara cara karja pil kombinasi dan cara kerja pil sekuensial, namun lebih mendekati cara sekuensial. Selama 7 hari pertama hanya diberi pil yang mengandung estrogen saja, kemudin disusul dengan kombinasi estrogen dan progesterone selama  15 hari.

Cara kerjanya adalah dengan menyebabkan serviks menjadi tidak ditembus oleh sperma dalam waktu yang lama, ditambah khasiat menghambat ovulasi.

4.    Pil Trifasik

Adalah pil kontrasepsi yang lebih alamiah dan diminum dalam 3 fase  siklus haid dengan dosis yang berbeda-beda, yang untuk setiap fase berbeda warnanya:

6 tablet warna coklat berisi levonorgestrel 50 µg dan etinil estradiol 30 µg,

5 tablet warna putih berisi levonorgestrel 75 µg dan etinil estradiol 40 µg,

10 tablet warna kuning berisi levonorgestrel 125 µg dan etinil  estradiol 30 µg,

Pil konrasepsi ini mulai diminum pada hari ke 5 haid setiap hari, sebaiknya setelah makan malam atau sebelum tidur malam. Yang sudah beredar di Indonesia adalah Trinordiol (Wyeth) dan Triquilar (Schering).

  1. 5. Pil Mini (Low Dosis Continuous Progesteron)

Adalah pil kontrasepsi yang hanya terdii dari progesterone saja dalam dosis rendah (0,5 mg atau kurang) dan diberikan secara terus menerus setiap hari tanpa berhenti.

  1. a. Cara Kerja

Mekanisme kerja pil mini belum diketahui benar, namun beberapa penyelidik, akan  menyebabkan perubahan pada lendir serviks menjadi kental dan mengurangi jumlahnya sehingga sukar ditembus oleh  sperma. Di laporkan pula bahwa pada 75% pemakai cara ini ovulasi masih terjadi, sedangkan 50% diantaranya mukosa rahim tetap dalam keadaan normal.

  1. b. Efektifitas

Angka kegagalan akan tinggi yaitu 0,2-12.

  1. c. Efek Samping

Sering terjadi perdarahan yang tidak teratur, efek samping lainnya lebih kurang dibandingkan pil kombinasi.

  1. 6. Pil Pagi (After Morning Pills)

Disebut juga kontrasepsi pasca koitus (post-coital-contracepion). Adalah pil berisi estrogen dosis tinggi yang diminum pagi hari setelah melakukan koitus pada malam harinya. Biasanya hanya diberikan untuk mencegah kehamilan pada koitus yang tidak terlindungi, misalnya pada perkosaan, kondom yang bocor atau kocak, dan sebagainya. Pil yang dipakai adalah Lynoral dengan dosis 1 mg  per tablet dan Stilbesterol 25 dan 50 mg. Menurut Harpels dalam 24-48 jam setelah suatu koitus yang tidak dilindungi takut terjadi kehamilan, dapat diberikan 3-5 mg lynoral tiap hari selama 5 hari.

  1. a. Efek Samping

Karena diberikan estrogen dosis tinggi, maka efek samping yang sering dijumpai adalah mual-mual (50%) dan muntah (20%).

  1. b. Cara memulai minum pil

Untuk pil KB yang berisi 21 dan 22 tablet, mulailah minum pil pada hari ke 5 siklus haid, lalu setiap hari 1 tablet, diikuti tidak minum pil selama 6-7 hari.

Untuk yang berisi 28 tablet, mulai minum pil pada hari 1 siklus haid, lalu 1 tablet setiap hari terus menerus.

Catatan-catatan untuk pemakai pil KB

Minumlah pil pada waktu yang sama setiap hari (sore atau malam hari)

Setiap pagi dilakukan kontrol apakah pil kemarin sudah dimakan.

Jika anda lupa, minumlah 2 pil pada sore hari.

Jika anda lupa 2 pil, minumlah 2 pil hari ini dan 2 pil keesokan  harinya.

Jika lupa minum 3 pil, tunggulah selama 7 hari setelah hari minuman pil terakhir, kemudian mulailah minum pil KB dari bungkus baru.

Dalam jangka waktu 1 minggu tidak minum pil tadi , pakailah cara kontrasepsi lain untuk melindungi diri anda dari kehamilan.

Jika anda lupa lebih dari 3 pil, kemungkinana kegagalan ( hamil)

menjadi lebih besar.

Anggaplah selalu bahwa bungkus pertama kurang aman.

Jika terdapat bercak perdarahan (spotting), segeralah berkonsultasi dengan dokter anda.

Withdrawal bleeding (haid), terjadi hari ke 3-4 sesudah pil kombinasi habis. Jika tidak terjadi haid, pil pertama dari bungkus  baru dapat di mulai untuk meminumnya seminggu setelah pil habis.

Jika selama makan pil kontrasepsi timbul keluhan seperti kejang- kejang pada tungkai bawah, sakit kepala hebat, gangguan penglihatan (visus), atau rasa nyeri / sakit di dada, maka segaralah konsultas dengan dokter anda.

Para pemakai pil KB sangat di anjurkan melakukan pemeriksaan  sitologi vagina (papanicolau smear) dan pemariksaan payudara  setahun sekali.

  1. 2. INJEKSI

2.2.1.     Definisi Kontrasepsi Injeksi

Kontrasepsi KB suntik adalah cara untuk mencegah terjadinya kehamilan dengan melalui suntikan hormonal.

2.2.2.     Cara Kerja Kontrasepsi Injeksi

Primer

a   Mencegah Ovulasi

Kadar FSH dan LH menurun dan tidak terjadi LH surge respon kelenjar hipofise terhadap gonadotropin releasing horman eksogeneus tidak berubah, sehingga member kesan proses terjadi di hipotalamus daripada di kelenjar hipofise (mengalami pengeluaran FSH dan LH sehingga tidak terjadi ovulasi).

Sekunder

a   Menipiskan dinding rahim untuk mencegah implantasi

Kadar estrogen dan progesteron yang berlebihan atau keseimbangan estrogen dan progesteron yang tidak tepat menyebabkan pola endometrium yang abnormal sehingga menjadi tidak baik untuk implantasi.

a   Transport gamet

Dalam hal ini progersteron berperan kuat dalam proses penghambatan transport gamet sehingga pengangkutan gamet yang lambat dapat menyebabkan peninggian insiden implantasi ektopik pada wanita yang memakai kontrasepsi yang hanya mengandung progesteron.

a   Menebalkan lendir-lendir rahim yang membuat sel sperma sulit berenang menuju sel telur

Dalam 42 jam setelah pemberian progesterone sudah tampak lendir servik yang kental sehingga motilitas dan daya penetrasi dari spermatozoa terhambat.

2.2.3. Indikasi Kontrasepsi Injeksi

  1. Suntikan Kombinasi

a   Dalam usia reproduksi

a   Telah memiliki anak ataupun belum memiliki anak

a   Ingin mendapatkan kontrasepsi dengan efektivitas yang tinggi

a   Menyusui ASI dengan pasca persalinan lebih dari 6 bulan

a   Pasca persalinan dan tidak menyusui

a   Anemia

a   Nyeri haid hebat

a   Haid teratur

a   Riwayat kehamilan ektopik

a   Sering lupa menggunakan pil kontrasepsi

  1. Suntikan Progestin

Dalam usia reproduksi

Nulipara dan telah memiliki anak

Menghendaki kontrasepsi jangka panjang dan yang memiliki efektivitas tinggi

Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi yang sesuai

Setelah melahirkan dan tidak menyusui

Setelah abortus dan keguguran

Perokok

Tekanan darah < 180/110 mmHg, dengan masalah gangguan pembekuan darah atau anemia bulan sabit

Menggunakan obat untuk epilepsy (Fenitoin dan Barbiturat) atau obat tuberculosis (Rifampisin)

Tidak dapat memakai kontrasepsi yang mengandung estrogen

Sering lupa menggunakan pil kontrasepsi

Anemia defisiensi besi

Mendekati usia menopause yang tidak mau atau tidak boleh menggunakan pil kontrasepsi kombinasi

2.2.3. Kontra Indikasi Kontrasepsi Injeksi

  1. Suntikan Kombinasi

Hamil atau diduga hamil

Menyusui di bawah 6 minggu pascapersalinan

Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya

Penyakit hati akut (virus hepatitis)

Usia > 35 tahun yang merokok

Riwayat penyakit jantung, stroke, atau dengan tekanan darah (> 180/110 mmHg)

Riwayat kelainan tromboemboli atau dengan kencing manis > 20 tahun

Kelainan pembuluh darah yang menyebabkan sakit kepala atau migrain

Keganasan pada payudara

  1. Suntikan Progestin

ê  Hamil atau dicurigai hamil (resiko cacat pada janin 7 per 100.000 kelahiran)

ê  Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya

ê  Tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid, terutama amenorea

ê  Menderita kanker payudara atau riwayat kanker payudara (keganasan payudara)

ê  Diabetes mellitus disertai komplikasi

2.2.4. Keuntungan dan Kerugian Kontrasepsi Injeksi

  1. a. Kerugian

Suntikan kombinasi

Resiko terhadap kesehatan kecil

Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri

Tidak diperlukan pemeriksaan dalam

Jangka panjang

Efek samping sangat kecil

Klien tidak perlu menyimpan obat suntik

Suntikan Progestin

Sangat efektif

Pencegahan kehamilan jangka panjang

Tidak berpengaruh pada hubungan suami-istri

Tidak mengandung estrogen sehingga tidak serius terhadap penyakit  jantung, dan gangguan pembekuan darah

Tidak memiliki pengaruh terhadap ASI

Sedikit efek samping

Klien tidak perlu menyimpan obat suntik

Dapat digunakan oleh usia > 35 tahun sampai perimenopause

Membantu mencegah kanker endometrium dan kehamilan ektopik

Menurunkan kejadian penyakit jinak payudara

Mencegah beberapa penyebab penyakit radang panggul

Menurunkan krisis anemia bulan sabit (sickle cell).

  1. b. Kerugian

Y   Suntikan Kombinasi

Terjadi perubahan pada pola haid, seperti tidak teratur, perdarahan bercak/spotting, atau perdarahan sela sampai 10 hari

Mual, sakit kepala, nyeri payudara ringan, dan keluhan seperti ini akan hilang setelah suntikan kedua atau ketiga

Ketergantungan klien terhadap pelayanan kesehatan. Klien harus kembali setiap 30 hari untuk mendapatkan suntikan

Efektivitannya berkurang bila digunakan bersamaan dengan obat-obat epilepsy (Fenitoin dan Barbiturat) atau obat tuberculosis (Rifampisin)

Dapat terjadi efek samping yang serius, seperti serangan jantung, stroke, bekuan darah pada paru atau otak, dan kemungkinan timbulnya tumor hati

Penambahan berat badan

Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi menular seksual, hepatitis B virus, atau infeksi virus HIV

Kemungkinan terlambatnya pemulihan kesuburan setelah penghentian pemakaian

Y   Suntikan Progestin

Sering ditemukan ganguan haid, seperti:

ü   Siklus haid yang memendek atau memanjang

ü   Perdarahan yang banyak atau sedikit

ü   Perdarahan tidak teratur atau perdarahan bercak (spotting)

ü   Tidak haid sama sekali

Klien sangat bergantung pada tempat sarana pelayanan kesehatan (harus kembali untuk suntikan)

Tidak dapat  dihentikan sewaktu-waktu sebelum suntikan berikut

Permasalahan berat badan merupakan efek samping tersering

Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi menular seksual, hepatitis B virus, atau infeksi virus HIV

Terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian

Terlambatnya kembali kesuburan bukan karena terjadinya kerusakan/kelainan pada organ genitalia, melainkan karena belum habisnya pelepasan obat suntikan dari deponya (tempat suntikan)

Terjadi perubahan pada lipid serum pada penggunaan jangka panjang

Pada penggunaan jangka panjang dapat sedikit menurunkan kepadatan tulang (densitas)

Pada penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan kekeringan pada vagina, menurunkan libido, gangguan emosi (jarang), sakit kepala, nervositas, jerawat.

2.2.5. Efek Samping dan Penanganan Kontrasepsi Injeksi

  1. Suntikan Kombinasi

EFEK SAMPING

PENANGANAN

£  Amenorea

£  Mual/pusing/muntah

£  Perdarahan atau perdarahan bercak (spotting)

Singkirkan  kehamilan, bila tidak terjadi kehamilan, dan tidak perlu di beri pengobatan khusus. Jelaskan bahwa darah haid tidak berkumpul dalam rahim. Anjurkan untuk kembali ke klinik bila tidak datangnya haid masih menjadi masalah. Bila klien hamil, rujuk  klien. Hentikan penyuntikan, dan jelaskan bahwa hormone progestin dan estrogen sedikit sekali pengaruhnya pada janin.

Pastikan tidak ada kehamilan. Bila hamil, rujuk. Bila tidak hamil, informasikan bahwa hal ini adalah hal biasa dan akan hilang dalam waktu dekat.

Bila hamil rujuk. Bila tidak hamil cari penyebab perdarahan yang lain. Jelaskan bahwa perdarahan yang terjadi merupakan hal biasa. Bila perdarahan berlanjut dan mengkhawatirkan klien, metode kontrasepsi yang lain perlu di cari.

  1. Suntikan Progestin

EFEK SAMPING

PENANGANANNYA

£  Amenorea (tidak terjadi perdarahan/spotting)

£  Perdarahan atau perdarahan bercak (spotting)

£  Meningkatnya  atau menurunnnya berat badan

Bila tidak hamil, pengobatan apapun   tidak diperlukan. Jelaskan, bahwa darah haid tidak terkumpul dalam rahim. Nasehati untuk kembali ke klinik.

Bila telah terjadi kehamilan, rujuk klien. Hentikan penyuntikan.

Bila terjadi kehamilan ektopik, rujuk klien segera.

Jangan berikan terapi hormonal untuk menimbulkan perdarahan karena tidak akan berhasil. Tunggu 3-6 bulan kemudian, bila tidak terjadi perdarahan juga, rujuk ke klinik.

Informasikan bahwa perdarahan ringan sering dijumpai, tetapi hal ini bukanlah masalah serius, dan biasanya tidak memerlukan pengobatan. Bila klien tidak dapat menerima perdahan tersebut dan ingin melanjutkan suntikan, maka dapat disarankan 2 pilihan pengobatan :

  • Siklus pil kontrasepsi kombinasi (30-35 µgr etinilestradiol), ibuprofen (sampai 800 mg, 3x perhari untuk 5 hari), atau obat sejenis lain. Jelaskan bahwa selesai pemberian pil kontrasepsi kombinasi dapat terjadi perdarahan, bila terjadi perdarahan banyak selama pemberian suntikan
  • ditangani dengan pemberian 2 tablet pil kontrasepsi kombinasi/hari selama 3-7 hari  dilanjutkan dengan 1 siklus pil kontrasepsi hormonal, atau diberi 50 µgr etinilestradiol atau 1,25 mg estrogen equin konjugasi untuk 14-21 hari.

Informasikan bahwa kenaikan/penurunan berat badan sebanyak 1-2 kg dapat terjadi. Perhatikan diet klien bila terjadi perubahan berat badan terlalu mencolok. Bila berat badan berlebihan, hentikan suntikan dan anjurkan metode kontrasepsi lain.

2.2.6. Cara Pemberian Kontrasepsi Injeksi

  1. Suntikan Kombinasi

Suntikan kombinasi diberikan setiap bulan dengan suntikan intramuscular dalam. Klien diminta datang setiap 4 minggu. Suntikan ulang dapat diberikan 7 hari lebih awal dengan kemungkinan terjadi gangguan perdarahan. Dapat juga diberikan setelah 7 hari dari jadwal yang telah ditentukan, asal saja diyakini ibu tersebut tidak hamil. Tidak dibenarkan melakukan hubungan seksual selama 7 hari atau menggunakan metode kontrasepsi yang lain untuk 7 hari saja.

KEADAAN

ANJURAN

Tekanan  darah  tinggi < 180/110 mmHg dapat diberikan tetapi perlu pengawasan
Kencing manis Dapat diberikan pada kasus tanpa komplikasi dan kencing manisnya terjadi < 20 tahun perlu diawasi .
Migrain Bila tidak ada gejala neurologic yang berhubungan dengan sakit kepala, boleh diberikan.
Menggunakan obat tuberculosis/epilepsi Berikan pil kontrasepsi kombinasi dengan 50 µmg etinil estradiol atau cari metode kontrasepsi lain.
Mempunyai penyakit anemia bulan bulan sabit Sebaiknya jangan menggunakan suntikan kombinasi.
  1. Suntikan progestin

Kontrasepsi suntikan DMPA diberikan setiap 3 bulan dengan cara disuntik intramuscular (IM) dalam di daerah pantat. Apabila suntikan diberikan terlalu dangkal, penyerapan kontrasepsi suntikan akan laambat dan tidak bekerja segera dan efektif. Suntikan diberikan setiap 3 bulan. Pemberian kontasepsi suntikan noristerat untuk 3 bulan injeksi berikutnya diberikan setiap 8 minggu. Mulai dengan injeksi ke lima diberikan setiap 12 minggu.

Bersihkan kulit yang akan disuntik dengan kapas alcohol yang dibasahi oleh etil/isopropyl alcohol 60-90%. Biarkan kulit kering sebelum disuntik. Setelah kulit kering baru disuntik.

Kocok dengan baik dan hindarkan terjadinya gelembung gelembung udara. Kontrasepsi suntik tidak perlu didinginkan. Bila terdapat endapan putih pada dasar ampul upayakan menghilangkannya dengan menghangatkannya.

2.2.7. Kandungan Kontrasepsi Injeksi

¤  Depo Provera

Adalah medroxyprogesterone yang digunakan untuk tujuan kontrasepsi parenteral/mempunyai efek progesterone yang kuat dan sangat efektif. Komposisinya adalah:

suspensi steril Depo Medroxyprogesteron Acetat (DMPA) dalam air :

ü  tiap vial berisi 3 ml suspensi (150 mg Medroxyprogesteron Asetat)

ü  tiap vial berisi 1 ml suspensi (150 mg Medroxyprogesteron Asetat)

¤  Noristat (norigest)

Adalah obat kontrasepsi yang disuntikan (secara depot). Larutannya merupakan campuran Benzyl Benzoate dan Castrol oil dalam perbandingan 4:6, efek kontrasepsinya terutama mencegah masuknya sperma melalui lender servik.

Komposisinya adalah:

Dalam ampul norigest berisi 200 mg nerotinason enantat dalam larutan minyak (Depo Norestiret)

¤  Cyclofem

Adalah suntikan kombinasi 25mg Depo mmedroxiprogesteron Asetat dan 5 mg Estradiol Cyclonate.

Komposisinya adalah:

Tiap ml suspensi dalam air mengandung:

Medroxyprogesteron Asetat 50 mg

Estradiol Cypionate 10 mg

2.2.8. Jenis Produk Dagang Kontrasepsi Injeksi

  1. Suntikan 3 bulan

Depoprovera

Depogeston

  1. Suntikan 1 bulan

Cyclofem

  1. 3. IMPLANT

2.3.1.   Definisi Kontrasepsi Implant

  1. Kontrasepsi Implan adalah metode kontrasepsi yang diinsersikan pada bagian subdermal, yang hanya mengandung progestin dengan masa kerja panjang, dosis rendah, dan reversibel untuk wanita
  2. Kontrasepsi Implan adalah sistem norplant dari implan subdermal levonorgestrel yang terdiri dari enam skala kapsul dimethylsiloxane yang dibuat dari bahan sylastic, masing-masing kapsul berisi 36 mg levonorgestrel dalam format kristal dengan masa kerja lima tahun.

2.3.2.   Cara Kerja Kontrasepsi Implant

  1. a. Lendir serviks menjadi kental

Kadar levonorgestrel yang konstan mempunyai efek nyata terhadap terhadap mucus serviks. Mukus tersebut menebal dan jumlahnya menurun, yang membentuk sawar untuk penetrasi sperma.

  1. b. Mengganggu proses pembentukan endometrium sehingga sulit terjadi implantasi.

Levonorgestrel menyebabkan supresi terhadap maturasi siklik endometrium yang diinduksi estradiol, dan akhirnya menyebabkan atrofi. Perubahan ini dapat mencegah implantasi sekalipun terjadi fertilisasi; meskipun demikian, tidak ada bukti mengenai fertilisasi yang dapat dideteksi pada pengguna implan.

  1. c. Mengurangi transportasi sperma

Perubahan lendir serviks menjadi lebih kental dan sedikit, sehingga menghambat pergerakan sperma.

  1. d. Menekan ovulasi

Levonorgestrel menyebabkan supresi terhadap lonjakan luteinizing hormone (LH), baik pada hipotalamus maupun hipofisis, yang penting untuk ovulasi.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa :

2.3.3.   Macam-macam Kontrasepsi Implant

  1. a. Norplant

Dipakai sejak tahun 1987. Terdiri dari 6 batang silastik lembut berongga dengan panjang 3,4 cm, dengan diameter 2,4 mm, yang diisi dengan 36 mg levonorgestrel dan lama kerjanya 5 tahun. Pelepasan hormon setiap harinya berkisar antara 50 – 85 mcg pada tahun pertama penggunaan, kemudian menurun sampai 30 – 35 mcg per hari untuk lima tahun berikunya. Saat ini norplant yang paling banyak dipakai.

  1. b. Implanon

Terdiri dari satu batang putih lentur yang berisi progestin generasi ketiga, yang dimasukkan kedalam inserter steril dan sekali pakai/disposable, dengan panjang kira-kira 40 mm, dan diameter 2 mm, terdiri dari suatu inti EVA (Ethylene Vinyl Acetate) yang berisi 68 mg 3-keto-desogestrel dan lama kerjanya 3 tahun. Pada permulaannya kecepatan pelepasan hormonnya adalah 60 mcg per hari, yang perlahan-lahan turun menjadi 30 mcg per hari selama masa kerjanya.

  1. c. Jadena dan Indoplant

Terdiri dari 2 batang yang diisi dengan 75 mg levonorgestrel dengan lama kerja 3 tahun.

  1. d. Uniplant

Terdiri dari 1 batang putih silastic dengan panjang 4 cm, yang mengandung 38 mg nomegestrol asetat dengan kecepatan pelepasan sebesar 100 μg per hari dan lama kerja 1 tahun.

  1. e. Capronor

Terdiri dari 1 kapsul biodegradable. Biodegradable implan melepaskan progestin dari bahan pembawa/pengangkut yang secara perlahan-lahan larut dalam jaringan tubuh. Bahan pembawanya sama sekali tidak perlu dikeluarkan lagi misal pada norplant. Tetapi sekali bahan pembawa tersebut mulai larut, ia tidak mungkin dikeluarkan lagi. Tingkat penggunaan kontrasepsi implan dapat diperbaiki dengan menghilangkan kebutuhan terhadap pengangkatan secara bedah. Kapsul ini mengandung levonorgestrel dan terdiri dari polimer E-kaprolakton. Mempunyai diameter 0,24 cm, terdiri dari dua ukuran dengan panjang 2,5 cm mengandung 16 mg levonorgestrel, dan kapsul dengan panjang 4 cm yang mengandung 26 mg levonorgestrel. Lama kerja 12 – 18 bulan. Kecepatan pelepasan levonorgestrel dari kaprolakton adalah 10 kali lebih cepat dibandingkan silastic.

2.3.4. Keuntungan dan Kerugian Kontrasepsi Implant

  1. a. Keuntungan Kontrasepsi Implant, meliputi :
  2. 1. Daya guna tinggi

Kontrasepsi implant merupakan metode kontrasepsi berkesinambungan yang aman dan sangat efektif. Efektivitas penggunaan implant sangat mendekati efektivitas teoretis. Efektivitas 0,2 – 1 kehamilan per 100 perempuan.

  1. 2. Perlindungan jangka panjang (sampai 5 tahun)

Kontrasepsi implant memberikan perlindungan jangka panjang. Masa kerja paling pendek yaitu satu tahun pada jenis implant tertentu (contoh: uniplant) dan masa kerja paling panjang pada jenis norplant.

  1. 3. Pengembalian kesuburan yang cepat

Kadar levonorgestrel yang bersirkulasi menjadi terlalu rendah untuk dapat diukur dalam 48 jam setelah pengangkatan implant. Sebagian besar wanita memperoleh kembali siklus ovulatorik normalnya dalam bulan pertama setelah pengangkatan. Angka kehamilan pada tahun pertama setelah pengangkatan sama dengan angka kehamilan pada wanita yang tidak menggunakan metode kontrasepsi dan berusaha untuk hamil. Tidak ada efek pada jangka panjang kesuburan di masa depan.Kembalinya kesuburan setelah pengangkatan implan terjadi tanpa penundaan dan kehamilan berada dalam batas-batas normal. Implant memungkinkan penentuan waktu kehamilan yang tepat karena kembalinya ovulasi setelah pengangkatan implan demikian cepat.

  1. 4. Tidak memerlukan pemeriksaan dalam

Implan diinsersikan pada bagian subdermal di bagian dalam lengan atas.

  1. 5. Bebas dari pengaruh estrogen

Tidak mengandung hormon estrogen. Kontrasepsi implant mengandung hormon progestin dosis rendah. Wanita dengan kontra indikasi hormon estrogen, sangat tepat dalam penggunaan kontrasepsi implan.

  1. 6. Tidak mengganggu kegiatan sanggama

Kontrasepsi implan tidak mengganggu kegiatan sanggama, karena diinsersikan pada bagian subdermal di bagian dalam lengan atas.

  1. 7. Tidak mengganggu ASI

Implan merupakan metode yang paling baik untuk wanita menyusui. Tidak ada efek terhadap kualitas dan kuantitas air susu ibu, dan bayi tumbuh secara normal. Jika ibu yang baru menyusui tidak sempat nantinya (dalam tiga bulan), implan dapat diisersikan segera postpartum.

  1. 8. Klien hanya kembali ke klinik bila ada keluhan
  2. 9. Dapat dicabut setiap saat
  3. 10. Mengurangi jumlah darah haid

Terjadi penurunan dalam jumlah rata-rata darah haid yang hilang.

  1. 11. Mengurangi / memperbaiki anemia

Meskipun terjadi peningkatan dalam jumlah spotting dan hari perdarahan di atas pola haid pra-pemasangan, konsentrasi hemoglobin para pengguna implan meningkat karena terjadi penurunan dalam jumlah rata-rata darah haid yang hilang.

  1. b. Kerugian Kontrasepsi Implant, meliputi :

Pada kebanyakan klien dapat menyebabkan perubahan pola haid berupa perdarahan bercak (spotting), hipermenorea, atau meningkatkan jumlah darah haid, serta amenorea.

Sejumlah perubahan pola haid akan terjadi pada tahun pertama penggunaan, kira-kira 80% pengguna. Perubahan tersebut meliputi perubahan pada interval antar perdarahan, durasi dan volume aliran darah, serta spotting (bercak-bercak perdarahan). Oligomenore dan amenore juga terjadi, tetapi tidak sering, kurang dari 10% setelah tahun pertama. Perdarahan yang tidak teratur dan memanjang biasanya terjadi pada tahun pertama. Walaupun terjadi jauh lebih jarang setelah tahun kedua, masalah perdarahan dapat terjadi pada waktu kapan pun.

Timbulnya keluhan-keluhan, seperti :

  1. 1. Nyeri kepala

Sebagian besar efek samping yang dialami oleh pengguna adalah nyeri kepala; kira-kira 20% wanita menghentikan penggunaan karena nyeri kepala.

  1. 2. Peningkatan berat badan

Wanita yang meggunakan implan lebih sering mengeluhkan peningkatan berat badan dibandingkan penurunan berat badan. Penilaian perubahan berat badan pada pengguna implan dikacaukanoleh perubahan olahraga, diet, dan penuaan. Walaupun peningkatan nafsu makan dapat dihubungkan dengan aktivitas androgenik levonorgestrel, kadar rendah implan agaknya tidakmempunyai dampak klinis apapun. Yang jelas, pemantauan lanjutan lima tahun pada 75 wanita yang menggunakan implan Norplant dapat menunjukkan tidak adanya peningkatan dalam indeks masa tubuh (juga tidak ada hubungan antara perdarahan yang tidak teratur dengan berat badan).

  1. 3. Jerawat

Jerawat dengan atau tanpa peningkatan produksi minyak, merupakan keluhan kulit yang paling umum di antara pengguna implan. Jerawat disebabkan oleh aktivitas androgenik levonorgestrel yang menghasilkan suatu dampak langsung dan juga menyebabkan penurunan dalam kadar globulin pengikat hormon seks (SHBG, sex hormonne binding globulin), menyebabkan peningkatan kadar steroid bebas (baik levonorgestrel maupun testosteron). Hal ini berbeda dengan kontrasepsi oral kombinasi yang mengandung levonorgestrel, yang efek estrogen pada kadar SHBG-nya (suatu peningkatan) menghasilkan penurunan dalam androgen bebas yang tidak berikatan. Tetapi umum untuk keluhan jerawat mencakup pengubahan makanan, praktik higiene kulit yang baik dengan menggunakan sabun atau pembersih kulit, dan pemberian antibiotik topikal (misalnya larutan atau gel klindamisin 1%, atau reitromisin topikal). Penggunaan antibiotik lokal membantu sebagian besar pengguna untuk terus menggunakan implan.

  1. 4. Perubahan perasaan (mood) atau kegelisahan (nervousness)

Pemasangan dan pengangkatan implan menjadi pengalaman baru bagi sebagian besar wanita. Sebagaimana dengan pengalaman baru manapun, wanita akan menghadapinya dengan berbagai derajat keprihatinan serta kecemasan. Walaupun ketakutan akan rasa nyeri saat pemasangan implan merupakan sumber kecemasan utama banyak wanita, nyeri yang sebenarnya dialami tidak separah yang dibayangkan. Pada kenyataannya, sebagian besar pasien mampu menyaksikan dengan santai proses pemasangan atau pengangkatan implannya. Wanita harus diberitahu bahwa insisi yang dibuat untuk prosedur tersebut kecil dan mudah sembuh, meninggalkan jaringan parut kecil yang biasanya sukar dilihat karena lokasi dan ukurannya.

  1. 5. Membutuhkan tindak pembedahan minor untuk insersi dan pencabutan.

Implan harus dipasang (diinsersikan) dan diangkat melalui prosedur pembedahan yang dilakukan oleh personel terlatih. Wanita tidak dapat memulai atau menghentikan metode tersebut tanpa bantuan klinisi. Insiden pengangkatan yang mengalami komplikasi adalah kira-kira 5%, suatu insiden yang dapat dikurangi paling baik dengan cara pelatihan yang baik dan pengalaman dalam melakukan pemasangan serta pencabutan implan.

  1. 6. Tidak memberikan efek protektif terhadap infeksi menular seksual termasuk AIDS.

Implan tidak diketahui memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual seperti herpes, human papiloma virus, HIV AIDS, gonore atau clamydia. Pengguna yang berisiko menderita penyakit menular seksual harus mempertimbangkan untuk menambahkan metode perintang (kondom) guna mencegah infeksi.

  1. 7. Klien tidak dapat menghentikan sendiri pemakaian kontrasepsi.

Dibutuhkan klinisi terlatih dalam melakukan pengangkatan implan.

  1. 8. Efektivitas menurun bila menggunakan obat-obat tuberculosis (rifampisin) atau obat epilepsy (fenitoin dan barbiturat).

Obat-obat ini sifanya menginduksi enzim mikrosom hati. Pada kasus ini, penggunaan implan tidak dianjurkan karena cenderung menigkatkan risiko kehamilan akibat kadar levonorgestrel yang rendah di dalam darah.

  1. 9. Insiden kehamilan ektopik sedikit lebih tinggi.

Angka kehamilan ektopik selama menggunakan kontrasepsi implant adalah 0,28 per 1000 wanita per tahun penggunaan. Walaupun risiko terjadinya kehamilan ektopik selama menggunakan implan rendah, jika kehamilan memang terjadi, kehamilan ektopik harus dicurigai karena kira-kira 30% kehamilan pada saat menggunakan implan merupakan kehamilan ektopik.

Angka Kehamilan Ektopik per 1000 Wanita per Tahun Penggunaan *

Pengguna bukan kontrasepsi, semua usia 3,0 – 4,5
Copper T-380 IUD 0,20
Implan 0,28

* Centers for Disease Control and Prevention, Ectopic Pregnancy in the United States

2.3.5. Indikasi Kontrasepsi Implant

Pemakaian KB yang jangka waktu lama.

Masih berkeinginan punya anak lagi, tapi jarak antara kelahirannya tidak terlalu dekat.

Tidak dapat memakai jenis KB yang lain

2.3.6.  Kontra Indikasi Kontrasepsi Implant

¤  Hamil atau diduga hamil, penderita jantung, strok, lever, darah tinggi dan kencing manis.

¤  Pendarahan vagina tanpa sebab.

¤  Wanita dalam usia reproduksi.

¤  Telah atau belum memiliki anak.

¤  Menginginkan kontrasepsi jangka panjang (3 tahun untuk Jadena).

¤  Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi.

¤  Pasca persalinan dan tidak menyusui.

¤  Pasca keguguran.

¤  Tidak menginginkan anak lagi, tetapi menolak kontrasepsi mantap.

¤  Riwayat kehamilan ektopik.

¤  Tekanan darah 6 minggu, asal yakin tidak sedang hamil atau berikan perlindungan ganda sampai haid lalu mulai suntikan.

2.3.7. Efek Samping dan Penanganan Kontrasepsi Implant

Efek Samping

ê  Gangguan pola Haid :

¤   Tidak haid

¤   Pendarahan yang tidak lama

¤   Kemungkinan infeksi pada bekas luka pemasangan

¤   Perdarahan

¤   Siklus menstruasi lebih panjang

¤   Rambut rontok

¤   Gairah seksual turun

¤   Jerawat dan depresi

Penanganan

a   Hubungan petugas berwenang

a   Hematoma (warna biru dan rasa nyeri) pada deerah pemasangan, kompres dengan air dingin selama 2 hari, selanjutnya kompres dengan air panas/hangat sampai warna biru hilang.

2.3.8.   Cara Pemasangan

Untuk meminimalisasi resiko infeksi pada klien setelah pemasangan maupun pencabutan implan, petugas klinik harus berupaya untuk menjaga lingkungan dari bebas infeksi. Untuk itu petugas perlu melakukan hal-hal sebagai berikut:

Meminta klien untuk membersihkan dengan sabun seluruh lengan yang akan dipasang implan dan membilasnya hingga tidak ada sabun yang tertingga (sisa sabun dapat mengurangi efektifitas beberapa anti septik). Langkah ini sangat penting khususnya bila kebersihan klien sangat kurang.

Cuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir. Untuk pemasangan dan pencabutan batang, cuci tangan dengan sabun selama 5-10 detik kemudian bila dengan air bersih yang mengalir sudah cukup.

Pakai kedua sarung tangan yang telah disterilisasi atau diDTT. Gunakan sepasang sarung tangan yang berbeda untuk tindakan guna menghindari kontaminasi silang.

Siapkan daerah pemasangan dan pencabutan dengan kapas yang telah diberi anti septik: gunakan forsep untuk mengusap kapas tersebut pada daerah pemasangan/pencabutan implan.

Setelah selesai pemasangan maupun pencabutan batang implan, dan sebelum malepas sarung tangan, dekontaminasi instrumen dengan larutan clorin 0,5%. Sebelum membuang atau merendam jarum dan alat suntik,isi dahulu dengan larutan clorin. Setelah pemasangan, pisahkan plunger dari trokar. Darah kering akan menyulitkan waktu memisahkan plunger dari trokar. Rendam selama 10 menit; kemudian bilas segera dengan air bersih.

Kain operasi (drape) harus dicuci sebelum digunakan kembali. Setelah dipakai, taruh pada wadah kering dan bertutup

Dengan tetap memakai sarung tangan, buang bahan-bahan terkontaminsi (kassa, kapas, dll) ke dalam wadah tertutup rapat atau kantong plastik yang tidak bocor. Jarum dan alat suntik sekali pakai (disposable) harus dibuang kedalam wadah yang tahan tusuk.

Masukkan kedua tangan yang masih memakai sarung tangan kedalam larutan clorin 0,5%. Lepaskan sarung tangan dari dalam ke luar.

Persiapan

Penting bahwa alat dalam kondisi yang baik (misalnya, trokar dan skalpel harus tajam). Selain itu, periksa semua alat dan bahan lain telah disterilisasi atau diDTT. Batang implant tersimpan dalam kemasan steril, beralas kertas, dan terlindung dari panas. Alat kontrasepsi tersebut akan tetap steril untuk 3 tahun selama tidak rusak dan tidak disimpan di tempat yang lembab dan panas.

Persiapan Klien

Walaupun kulit dan instrumennya sulit untuk disterilisasi, pencucian dan pemberian antiseptik pada daerah operasi tempat implan akan dipasang akan mengurangi jumlah mikroorganisme di daerah kulit klien. Kedua tindakan ini pada kenyataannya sangat bermanfaat dalam mengurangi resiko terjadinya infeksi pada insersi atau pencabutan implant Norplant.

Peralatan dan Instrumen

a   Meja periksa untuk berbaling klien

a   Alat penyangga lengan (tambahan)

a   Batang implan dalam kantong

a   kain penutup steril (disinfeksi tingkat tinggi) serta mangkok untuk tempat meletakkan implant Norplant.

a   Pepasang sarung tangan karet bebas bedak dan yang sudah steril (atau didisinfeksi tingkat tinggi)

a   Sabun untuk mencuci tangan

a   Larutan anti septik untuk disinfeksi kulit (misal, betadin atau sejenis gol povidon iodin lainnya), lengkap dengan cawan/mangkok anti karat.

a   Zat anastesi lokal (konsentrasi 1% tanpa epinefrin)

a   Semprit (5-10 ml), dan jarum suntik (22G) ukuran 2,5 sampai 4 cm (1-1½ inch)

a   Trokar 10 dan madrin

a   Skalpel 11 atau 15

a   Kassa pembalut, band aid, atau plester

a   Kassa steril dan pembalut

a   Epinefrin untuk renjatan anafilaktik (harus tersedia untuk kaperluan darurat)

a   Klem penjepit atau forsep mosquito (tambahan)

a   Bak/tempat instrumen (tertutup)

Kunci Keberhasilan Pemasangan

Untuk tempat pemasangan kapsul, pilihlah lengan klien yang jarang digunakan.

Gunakan cara pencegahan infeksi yang dianjurkan.

Pastikan kapsul-kapsul tersebut ditempatkan sedikitnya 8 cm diatas lipat siku, di daerah media lengan.

Insisi untuk pemasangan harus kecil, hanya sekedar menembus kulit. Gunakan kalpel atau trokar tajam untuk membuat insisi.

Masukkan trokar melalui luka insisi dengan sudut yang kecil, superfisisl tepat dibawah kulit. Waktu memasang trokar jangan dipaksakan.

Ttrokar harus dapat mengangkat kulit setiap saat, untuk memastikan memastikan pemasangan tepat dibawah kulit.

Pastikan 1 kapsul benar-benar keluar dari trokar sebelum kapsul berikutnya dipasang (untuk mencegah kerusakan kapsul sebelumnya, pegang kapsul yangsudah terpasang tersebut dengan jari tengah dan masuk trokar pelan-pelan disepanjang tepi jari tersebut).

Setelah selesai memasang, bila sebuah ujung kapsul menonjol keluar atau terlalu dekat dengan luka insisi, harus dicabut dengan hati-hati dan dipasang kembali dalam posisi yang tepat.

Jangan dicabut ujung trokar dari tempat insisi sebelum semua kapsul dipasang dan periksa seluruh posisi kapsul. Hal ini untuk memastikan bahwa keenam kapsul dipasang dalam posisi benar dan pada bidang yang sama dibawah kulit.

Kapsul pertama dan keenam harus membentuk sudut 75 derajat

Gambar tempat kapsul tersebut pada rekam medik dan buat catatan bila ada kejadian tidak umum terjadi selama pemasangan.

Tindakan Setelah Pemasangan

¤ Menutup luka insisi

Temukan tepi kedua insisi dan gunakan band aid atau plester dengan kassa steril untuk menutup luka insisi. Luka insisi tidak perlu dijahit karena dapat menimbulkan jaringan parut.

Periksa adanya perdarahan. Tutup daerah pemasangan dengan pembalut untuk hemostasis dan mengurangi memar (perdarahan sub kutan).

¤ Perawatan Klien

Buat catatan pada rekam medik tempat pemasangan kapsul dan kejadian tidak umum yang mungkin terjadi selama pemasangan. (Gambar sederhana yang memperlihatkan kira-kira tempat pemasangan keenam kapsul pada langan klien,akan sangat membantu).

Amati klien 15-20 menit untuk memeriksa perdarahan dari luka insisi atau efek lain sebelum memulangkan klien.

¤ Petunjuk Perawatan Luka Insisi di rumah

Mungkin akan terdapat memar ,bengkak atau sakit di daerah insisi selama beberapa hari. Hal ini normal.

Jaga luka insisi tetap kering dan bersih selama paling sedikit 48 jam. Luka insisi dapat mengalami infeksi bila basah saat mandi atau mencuci pakaian.

Jangan membuka pembalut tekan selama 48 jam dan biarkan band aid di tempatnya sampai luka insisi sembuh (umumnya 3-5 hari).

Klien dapat bekerja secara rutin. Hindari benturan atau luka di daerah tersebut atau menambah tekanan.

Setelah luka insisi sembuh, daerah tersebut dapat disentuh dan dibersihkan dengan tekanan normal.

Bila terdapat tanda-tanda infeksi seperti demam, daerah insisi kemerahan dan panas atau sakit yang menetap selama beberapa hari, segera kembali ke klinik.

¤ Bila Terjadi Infeksi

Obati dengan pengobatan yang sesuai untuk infeksi lokal

Bila terjadi abses (dengan atau tanpa ekspulsi kapsul) cabut semua kapsul.

  1. 4. IUD (INTRA UTERIN DEVICE)

2.4.1. Definisi Kontrasepsi IUD

Alat kontrasepsi dalam rahim adalah alat/benda yang dimasukkan dalam rahim yang sangat efektif, refersibel dan berjangka panjang (Syaifuddin, 2003).

AKDR adalah suatu alat kontrasepsi yang dimasukkan dalam rahim (Hartanto, 2004).

2.4.2. Cara Kerja Kontrasepsi IUD

  1. IUD menimbulkan reaksi radang setempat ditandai bertambahnya sel darah putih pada permukaaan dinding rahim yang ditempeli IUD, sehingga sperma atau ovum dihancurkan oleh sel darah putih.
  2. IUD menimbulkan halangan mekanik dalam uterus, makin luas permukaan IUD makin tinggi kemanjurannya.
  3. Tembaga (cu) yang terdapat dalam IUD mencegah kehamilan sehingga mempengaruhi di dalam uterus.
  4. IUD dalam uterus menyebabkan perubahan endometrium sehingga telur yang sudah dibuahi dan masak sangat mudah untuk mencegah nidasinya.
  5. IUD menyebabkan meningkatnya prostaglandin dalam rahim yang akan merangsang kontraksi uterus.
  6. Imobilisasi spermatozoa saat melewati cavum uteri.
  7. Produksi lokal prostaglandin yang meninggi yang menyebabkan terhambatnya implantasi.
  8. Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba fallopi.
  9. Mempengaruhi fertilisasi sebelum ovum mencapai cavum uteri.
  10. IUD memungkinkan untuk mencegah implantasi dalam uterus.

Cara Kerja IUD/AKDR yang Mengandung Cu (Tembaga)

  1. mengganggu pengambilan esterogen endogenous oleh mukosa uterus.
  2. mengganggu jumlah DNA dalam sel endometrium.
  3. mengganggu mekanisme  glikogen.

2.4.3. Macam-macam Kontrasepsi IUD

  1. Menurut bentuknya(non hormonal)

Y   Bentuk terbuka (oven devices)

Misalnya:lippes loop, cut, cu-7, marguiles, spring coit, multiload, nova-T

Y   Bentuk tertutup (closed devices)

Misalnya: ota-ring, atigon dan gaten berg ring.

  1. Menurut tambahan/metal

Medicated IUD

Misalnya: cut 200 (copper T), cut 220, cut 300, cut 380A, cu-7, Nova T, ML-CU 375

Unmedicated

Misalnya: lippes loop, marguiles, saf-T coil, dan antigen.

  1. IUD yang menggunakan hormonal (hormonal) yaitu yang mengandung hormone progesterone, misalnya; progestasert-T=alza-T dan LNG-20.

IUD yang mengandung hormonal mempunyai efek samping sebagai berikut:

♣     Aminorrea

♣     Kejang

♣     Lendir serviks yang menjadi lebih kental/ tebal karena pengaruh progestin

2.4.4. Efek Samping dan Penanganan Kontrasepsi IUD

  1. Nyeri perut

Penanganan: ( pemakaian IUD <  dari 3 bulan)

ž  bila tidak ditemukan penyebabnya dan rasa nyeri tidak terlalu hebat beri analgesik ringan dan periksa ulang.

ž  Bila tridak ditemukan penyebab dan rasa nyeri hebat, cabut IUD, ganti IUD lain/anjurkan untuk memilih kontrasepsi lain ( pemakaian IUD lebih dari 3 bulan)

Penanganan: bila tidak ditemukan penyebab, cabut IUD , bila tidak infeksi ganti dengan IUD lain /sarankan untuk ganti kontrasepsi lain.

  1. Benang hilang

penanganan: pastikan adanya kehamilan atau tidak tanyakan apakah AKDR terlepas. Apabila tidak hamil dan AKDR tidak terlepas, berikan kondom, periksa talinya di dalam saluran endoservik dan kavum uteri (apabila memungkinkan adanya peralatan dan tenaga terlatih). Setelah masa haid berikutnya, apabila tidak ditemukan rujuklah ke dokter, lakukan x- ray atau ultrasound. Apabila tidak hamil dan AKDR yang hilang tidak ditemukan, pasanglah AKDR lain / bantulah  klien  untuk menentukan metode lain.

  1. Infeksi biasanya diikuti gejala demam, sakit saat senggama keluar cairan pervaginam.

Penanganan: bila pemeriksaan panggul mendukung adanya infeksi, maka:

ê  cabut IUD

ê  Beri antibiotik

ê  Bila pemeriksaan panggul tidak jelas menunjukkan adanya inspeksi panggul beri antibiotik tanpa mencabut IUD.

  1. Cairan vagina bertambah

Penanganan: Periksa riwayat ISK atau PHS lainnya dan periksa adanya infeksi vagina/servik dan beri pengobatan sesuai dengan hasil pemeriksaan.

  1. Suami mengeluh tentang benang

Penanganan: periksa apakah IUD pada tempatnya tidak ekspulsi sebagian kemudian:

a   lakukan konseling salah satu pilihan adalah memotong benang, bahkan dapat dipotong habis ( beritahu klien bahwa dengan dipotong habis klien tidak lagi merasakan adanya benang dan dibuat catatan medis bahwa benang dipotong habis untuk tidak menjadi masalah pada saat pencabutan perforasi uterus.

  1. Perforasi uterus

Penanganan:

a.     Perforasi partial: keluarkan IUD

b.    Perforasi komplit

Closed devices: harus segera dikeluarkan oleh karena bahaya strangulasi usus.

Cu devices: harus segera dikeluarkan oleh karena bahaya timbulnya reaksi inflamasi dan adesi sekitar IUD di dalam rongga peritonium.

Open-linier devices: tidak perlu dikeluarkan kecuali bila ada gejala- gejala dan keluhan abdominal.

Pengeluaran IUD dari dalam rongga perut

a   Dengan laparoskopi

Kadang-kadang perlu laparotomi

  1. Kehamilan intra-uterin
    1. Ekor IUD terlihat

Penanganan: Harus segera dikeluarkan pada saat diketahui adanya kehamilan

b.     Ekor IUD tidak terlihat

a     Diamkan tetapi akseptor diberi tahu serta diawasi dengan lebih ketat(bahaya infeksi ,sepsis)

a     Abortus terapeutik bila ada indikasi

  1. Ekspulsi

Penanganan: IUD harus dikeluarkan dan diganti dengan IUD yang baru.

2.4.5. Keuntungan dan Kekurangan Kontrasepsi IUD

  1. a. Keuntungan

Memungkinkan spontanitas seksual.

Tidak memerlukan perhatian sehari-hari.

Segera efektif.

Lama.

Tidak berantakan.

Sangat efektif. 0,6 – 0,8 kehamilan/100 perempuan dalam 1 tahun pertama (1 kegagalan dalam 125 – 170 kehamilan). Pencegah kehamilan jangka panjang yang AMPUH, paling tidak 10 tahun

Metode jangka panjang (10 tahun proteksi dari CuT-380A dan tidak perlu diganti)

Tidak mempengaruhi hubungan seksual. Hubungan intim jadi lebih nyaman karena rasa aman terhadap risiko kehamilan

Tidak ada efek samping hormonal dengan CuT-380A

Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI. Aman untuk ibu menyusui – tidak mengganggu kualitas dan kuantitas ASI

Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau abortus (apabila tidak terjadi infeksi)

Dapat digunakan sampai menopause

Tidak ada interaksi dengan obat-obat

Membantu mencegah kehamilan ektopik

Setelah IUD dikeluarkan, bisa langsung subur

  1. b. Kerugian

Y   Tidak melindungi terhadap infeksi menular seksual, termasuk HIV / AIDS.

Y   Penyisipan dan penghapusan memerlukan kunjungan klinik.

Y   Bisa dikeluarkan.

Y   Dapat menyebabkan menstruasi lebih sulit.

Y   Kemungkinan risiko masa depan kesuburan.

Y    Mengalami keterlambatan haid yang disertai tanda-tanda kehamilan: mual, pusing, muntah-muntah.

Y   Terjadi pendarahan yang lebih banyak (lebih hebat) dari haid biasa.

Y    Terdapat tanda-tanda infeksi, semisal keputihan, suhu badan meningkat, mengigil, dan lain sebagainya. Pendeknya jika ibu merasa tidak sehat

Y   Sakit, misalnya di perut, pada saat melakukan senggama. Segeralah pergi kedokter jika anda menemukan gejala-gejala diatas.

2.4.6. Indikasi Kontrasepsi IUD

Usia reproduktif

Keadaan nulipara

Menginginkan kontrasepsi jangka panjang.

Perempuan menyusui yang ingin menggunakan kontrasepsi

Setelah melahirkan dan tidak menyusui

Setelah mengalami abortus dan tidak terlihat adanya infeksi

Resiko rendah dari IMS

Tidak menghendaki metode hormonal

Tidak menghendaki kehamilan setelah 5 hari senggama

Perokok

Gemuk ataupun kurus.

2.4.7. Kontra Indikasi Konrasepsi IUD

Belum pernah melahirkan

Adanya perkiraan hamil

Kelainan alat kandungan bagian dalam seperti: perdarahan yang tidak normal dari alat kemaluan, perdarahan di leher rahim, dan kanker rahim.

Perdarahan vagina yang tidak diketahui

Sedang menderita infeksi alat genital (vaginitis, servisitis)

Tiga bulan terakhir sedang mengalami atau sering menderita PRP atau abortus septik

Kelainan bawaan uterus yang abnormal atau tumor jinak rahim yangdapat mempengaruhi kavum uteri

Penyakit trofoblas yang ganas

Diketahui menderita TBC pelvik

Kanker alat genital

Ukuran rongga rahim kurang dari 5 cm

2.4.8. Cara Pemberian Kontrsaepsi IUD

  1. a. Waktu Pemasangan

Persiapan pemasangan IUD

Penderita tidur terlentang di meja ginekologi

Vulva dibersihkan dengan kapas lisol,betadine,hibiscrub/lainnya

Dilakukan pemeriksaan dalam untuk menentukan besar dan arah rahim

Duk steril dipasang dibawah bokonng

Speculum cocor bebek dipasang sehignga servik tampak

Servik-portio dibersihkan dengan kapas betadine/lisol/lainnya

Dilkukan sodage untuk menentukan dalam,panjang ra him dan arah posisi rahiem

Pemasangan IUD (jenis copper T)

IUD copper T telah tersedia dalam keadaan steril dan baru dibuka menjelang pemasangan

Y   Bungkus copper T dibuka

Y   IUD-nya dimassukan kedalam introdosor melalui ujungnya sampai batas tertentu dengan memakai sarung tangan steril

Y   Indrodusor dengan IUD terpasang dimasukkan ke dalam rahim sampai menyentuh fundus uteri dan ditarik sedikit

Y   Pendorong selanjutnya mendorong IUD hingga terpasang

Y   Introdusor dan pendorongnya ditarik

Pemeriksaan ulang IUD

a   setelah pemasangan kalau dipandang perlu diberikan antibiotika profilaksis

a   jadwal pemeriksaan ulang

  • Dua minggu setelah pemasangan
  • Satu bulan setelah pemeriksaan pertama
  • Tiga bulan setelah pemeriksaan kedua
  • Setiap enam bulan sampai satu tahun

Kapan IUD dibuka

Alat kontrasepsi IUD dapat dibuka sebelum waktunya bila dijumpai

ê  Ingin hamil kembali

ê  Leokorea ,sulit diobati dan peserta menjadi kurus

ê  Terjadi infeksi

ê  Terjadi perdarahan

ê  Terjadi kehamilan mengandung bahan aktif dengan IUD

Cara Pencabutan/Pelepasan Akdr Cooper T

Menjelaskan kepada klien apa yang akan dilakukan

Memasukkan speculum untuk melihat serviks benang AKADR

Mengusap serviks dan vagina dalam larutan antiseptic 2-3 kali

Meminta klien tenang dan menarik nafas panjang

Jepit benang didekat serviks dengan menggunakan klem lurus atau lengkung yang sudah di DTT atau steril dan tarik benang pelan-pelan tidak boleh menarik dengan kuat

Bila benang putus saat ditarik tetapi ujung AKDR masih dapat dilihat maka jepit ujung AKDR tsb dan tarik keluar

Bila benang AKDR tidak tampak , periksa pada kanalis servikalis dengan menggunakan klem lurus/lengkung

Bila tidak ditemukan pada kanalis servikalis , masukkan klem atau alat pudah pencabut AKDR kedalam cavum uteri untuk menjepit benang atau AKDR itu sendiri

Bila sebagian AKDR sudah tertarik keluar tetapi kemudian mengalami kesulitan menarik seluruhnya dari kanalis servikalis , putar klem pelan-pelan sambil tetap menarik selama klien tidak mengeluh sakit

Jika klien ingin memasang lagi,maka pasang AKDR yang baru bila klien menginginkan dan kondisinya memungkinkan (buku panduan praktis pelayanan kontrasepsi.)

Pengawasan dan pemeriksaan setelah dipasang IUD

Merasakan benangnya

Pasien harus memeriksa adanya benang AKDR setelah menstruasi,pertengahan siklus,dan jika terdapat nyeri di abdomen bagian bawah.

Menstruasi

Pasien harus diperingati bahwa menstruasi akan sedikit lebih banyak dan agak panjang

Benang AKDR hilang

Akan lebih bijaksana untuk menggunakan metode kontrasepsi lain jika tahu tidak dapat dirasakan

Konsultasi medis diindikasikan jika terdapat:

Nyeri abdomen bawah atau dispareunia

Perdarahan abnormal

Tidak adanya perdarahan menstruasi atau kecurigaan lain akan kehamilan

Temperatur tubuh diatas 37,5ºC

Alat-alat pemasangan dan pencabutan IUD

¤  Pemasangan

  1. Bivalve speculum
  2. Tenakulum
  3. Sonde uterus
  4. Forsep/korentang
  5. Gunting
  6. Mangkuk untuk larutan antiseptic.
  7. Sarung tangan DTT
  8. Cairan atiseptik (povidon iodolin) untuk membersihkan serviks
  9. Kain kasa/kapas
  10. Lampu senter
  11. Copper T 380A (IUD)
  12. Cairan DTT
  13. Aligator/penjepit

¤  Pencabutan

  1. Speculum
  2. Forsep/korentang
  3. Mangkuk untuk larutan antiseptic
  4. Sarung tangan DTT
  5. Cairan antiseptic
  6. Kain kasa/kapas
  7. Senter

  1. 5. Kontrasepsi Mantap

2.5.1.      Definisi Kontrasepsi Mantap

Kontrasepsi mantap atau sterilisasi merupakan metode KB yang paling efektif, murah, aman dan mempunyai nilai demografi yang tinggi.

(Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan, Prof. dr. Ida Bagus Gde Manuaba, Sp. OG, hal 462 )

Kontrasepsi mantap (kontap) adalah suatu tindakan untuk membatasi keturunan dalam jangka waktu yang tidak terbatas; yang dilakukan terhadap salah seorang dari pasangan suami isteri atas permintaan yang bersangkutan, secara mantap dan sukarela.

http://www.google.com/search?hl=en&q=kontrasepsi+mantap&start=10&sa=N

2.5.2. Cara Kerja Kontrasepsi Mantap

  1. Pada MOW atau Tubektomi

Dengan mengoklusi tuba falopii (mengikat dan memotong/memasang cincin), sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan ovum

  1. Pada MOP atau Vasektomi

Menghentikan kapasitas reproduksi pria dengan jalan melakukan oklusi vasa deferensia sehingga alur transportasi sperma terhambat dan proses fertilisasi (penyatuan dengan ovum) tidak terjadi.

Tindakan yang dapat dilakukan pada tubektomi:

a.      Mencapai tuba falopii

I.       Abdominal / Trans abdominal

Laparatomi

«  Laparatomi saja untuk kontap wanita tidak dianjurkan karena diperlukan insisi yang panjang dan anastesi umum atau anastesi spinal.

«  Laparatomi hanya diperlukan bila cara-cara kontap lainnya gagal atau timbul komplikasi sehingga memerlukan insisi yang lebih besar,atau pada keadaan lain, jika kontap bukan merupakan operasi utama tetapi sebagai pelengkap, misalnya pada section secarea, KET, dll.

Mini laparatomi

Sub-umbilikal/infra-umbilikal ( biasanya pada post-partum)

Supra-pubis/mini-pfannenstiel pada post-abortus dan interval atau pada saat bukan post-partum atau post abortus.

Keuntungan mini laparatomi:

ü  Mudah dipelajari

ü  Dapat dikerjakan oleh tenaga medis yang memiliki dasar & keterampilan ilmu bedah.

ü  Alat murah dan sederhana.

ü  Dapat dilakukan segera setelah melahirkan

Kerugian mini laparatomi:

Waktunya sedikit lama rata-rata memerlukan 10-20 menit.

Sukar pada wanita yang agak gemuk, bila ada perlekatan pelvis/ mengalami operasi pelvis.

Meninggalkan bekas luka parut.

Angka kejadian infeksi operasi lebih tinggi.

Laparaskopi

Adalah suatu pemeriksaan endoskopik dari bagian dalam rongga peritoneum dengan alat laparoskop yang dimasukkan melalui dinding anterior abdomen.

Keuntungan laparaskopi:

Komplikasi rendah

Cepat (rata-rata 5-15 menit)

Insisi kecil sehingga luka parut sedikit sekali

Dapat dpakai juga untuk diagnostic maupun terapi.

Kurang menyebabkan rasa sakit.

Sangat berguna bila jumlah calon aseptor banyak.

Kerugian laparaskopi:

Risiko komplikasi dapat serius (bila terjadi)

Memerlukan pneumo-peritoneum dengan segala akibatnya.

Lebih sukar dipelajari.

Memerlukan keahlian dan keterampilan dalam bedah abdomen.

Harga peralatannya mahal dan memerlukan perawatan yang teliti.

Tidak dianjurkan untuk digunakan segera post-partum.

II.      Vaginal/Transvaginal

Kolpotomi

Dikenal:

Kolpotomi posterior(kuldotomi)

a.     Cara ini sering dipakai

b.    Cul-de-sac atau cavum douglas, yang terletak diantara dinding depan rectum dan dinding belakang uterus, dibuka melalui vagina untuk sampai pada tuba falopii.

Kolpotomi anterior

a.     Jarang dipakai lagi pada saat ini.

b.    Peritoneum di insisi diantara kandung kencing dan uterus, dan uterus diputar sehingga tuba falopii terlihat.

Keuntungan kolpotomi:

Dapat dilakukan secara rawat-jalan.

Hanya memerluka waktu 5-15 menit.

Cukup dengan neurolept-analgesia+anastesi lokal.

Rasa sakit post-operatif lebih kecil.

Tidak ada insisi abdominal

Peralatan yang digunakan sederhana, murah dan mudah pemeliharaannya.

Morbiditas dan komplikasi mayor rendah.

Angka kegagalan rendah.

Kuldoskopi

Rongga pelvis dapat dilihat melalui alat keldoskop dimasukkan melalui vagina fornixposterior kedalam cavum douglas. Tuba ditarik dan dijepit keluar untuk dilakukan penutupan dengan cara:

a.    Pomeroy

b.    Kroener

c.    Kauterisasi

d.    Cincin falope

Kerugian kuldoskopi:

Posisi aseptor yaitu posisi lutut-dada (knee-chest position) yang mungkin kurang menyenangkan baginya.

  1. III. Transervical/transuterine

Histeroskopi

Prinsipnya sama seperti laparaskopi, hanya pada histeroskopi tidak dipakai trocar, tetapi suatu vacuum servical adaptor untuk mencegah keluarnya gas pada saat dilatasi servik/cavum uteri.

Keuntungan histeroskopi:

ü  Tidak diperlikan insisi

ü  Dapat secara rawat-jalan karena prosedurnya singkat/cepat.

Kerugian histeroskopi:

Risiko perforasi uterus dan luka bakar

Angka kegagalan tinggi

Resiko kehamilan ektopik

Sering timbul kesulitan tehnis dalam mencari lokasi orificium tubae.

Oklusi tuba falopii mungkin tidak segera efektif.

Blind Delivery (tanpa melihat langsung)

Pada cara ini operator tidak melihat langsung kedalam cavum uteri untuk melokaliser orifisium tubae.

Keuntungan Blind Delivery

Pelaksanaannya mudah.

Dapat secara rawat-jalan.

Kerugian Blind Delivery

Kebanyakan kurang efektif setelah satu kali pemberian.

Beberapa zat kimia sangat toksik terhadap jaringan.

Daya kerja zat-zat kimia irreversible

Dosis zat-zat kimia tidak selalu dapat diketahui/diramalkan.

b.      Oklusi/penutupan tuba falopii

Dilakukan berdasarkan :

I.       Tempat oklusi tuba falopii

Dapat dilakukan pada bagian:

a.       Infundibulum (bagian distal/frimbiae)

b.       Ampulla atau isthmus (bagian tengah)

c.       Interstitial (dekat utero-tubal junction)

II.      Cara oklusi tuba falopii

Ada beberapa cara diantaranya adalah ligasi tuba falopii. Ligasi atau pengikatan yuba falopii untuk mencegah perjalanan dan pertemuan spermatozoa dan ovum. Merupakan salah satu caraoklusi tuba falopii yang paling tua.

Keuntungan ligasi tuba falopii:

  • Hanya memerlukan keahlian /keterampilan sedang-sedang saja.
  • Hanya memerlukan alat-alat sederhana
  • Morbiditas rendah.

Kerugian ligasi tuba falopii:

Umumnya irreversible.

Bila dikerjakan dengan laparotomi, memerlukan hospitalisasi.

Tehnik ligasi tuba falopii:

  1. a. Ligasi biasa

Keuntungan ligasi biasa:

Mudah melakukannya

Morbiditas rendah

Potensi tinggi untuk reversibilitas

Kerugian ligasi biasa adalah angka kegagalan tinggi (sampai 20%)

  1. b. Ligasi+ penjepitan

Menggunakan tehnik Madlener:

Bagian tengah tuba falopii diangkat sehingga membentuk suatu loop

Dasar dari loop dijepit dengan klem kemudian diikat dengan benang yang tidak diserap( silk, cotton)

Keuntungan tehnik madlener:

Morbiditas rendah

Mudah dikerjakan

Dapat dilakukan melalui beberapa cara dalam mencapai tuba falopii.

Kerugian tehnik madlener adalah angka kegagalan tinggi (1-2%).

  1. c. Ligasi+pembagian/pembelahan + penanaman

Menurut:

Tehnik Irving

Tuba falopii diikat pada 2 tempat dengan benang yang dapat diserap kemudian dibagi diantara kedua ikatan.

Ujung/punting proximal ditanamkan ke dalam myometrium uterus.

Ujung/punting distal ditanamkan ke dalam mesosalpinx.

Keuntungan tehnik ini adalah hamper 100% efektif dan kerugiannya lebih sukar dikerjakan dan reversibilitas sangat rendah.

Tehnik Wood (Australia 1973), dikenal dengan “Atraumatic midampullary sterilization”

J  Pars ampullaris tuba falopii dibelah /dibagi (division).

J  Kedusa ujung/puntung yang dibelah /dibagi diikat dengan benang yang dapat diserap.

J  Ujung/puntung medial ditanamkan ke dalam kantong yang dibuat di dalam mesosalpinx,

Keuntungan tehnik ini adalah sangat efektif, tidak ada eksisi dari tuba falopii dan potensi reversibilitas tinggi. Kerugiannya adalah mengerjakannya lebih sukar.

Tehnik Cooke

Suatu segmen tuba falopii dijepit dan dirusak, kemudian ujung proximal ditanamkan kedalam ligamentum rotundum.

  1. d. Ligasi + Resksi tuba falopii

Yaitu legasi di pemotongan atau pembuangan tuba, yang masih dikerjakan sampai sekarang.

Salpingektomi

Keuntunganya adalah sangat efektif dan dapat dilakukan trans abdominal dan trans vaginal. kerugiannya adalah ireversibel.

Tehnik pomeroy

Merupakan tehnik yang sering digunakan:

1.    Bagian tengah tuba falopii dijepit, lalu diangkat sehingga membentuk loop

2.    Dasar dan loop diikat dengan cat gut

3.    Bagian loop diatas ikatan diputar.

-      Ujung punting tuba akan saling terpisah

-      Memotong tuba/ membuang tuba sekitar 3-4 cm.

Keuntungan pomeroy:

ü  Mudah mengerjakannya

ü  Sangat efektif

ü  Dapat dilakukan segera post-partum

ü  Dapat dikerjakan transabdominal atau transvaginal

ü  Potensi reversibilitas tinggi

ü  Morbiditas rendah

Kerugian tehnik ini tidak ada.

Tehnik Pritchardsis (parkland)

Ñ  Suatu segmen kecil dari tuba falopii dipisahkan dari pesosalpinx

Ñ  Masing-masing ujung dari segmen tersebut diikat dengan benang chromic kemudian dipotong di antara kedua ikatan dan segmen tuba falopii dibuang

Ñ  Tehnik ini banyak dipakai di Amerika serikat.

Fimbriektomi kroener

Bagian 1/3 distal dari tuba falopii diikat dengan dua ikatan benang silk dan ujung fimbriae di eksisi.

Keuntungan tahnik ini adalah hampi 100% efektif dan mudah dikerjakan baik transabdominal meupun transvaginal. Kerugiannya kurang efektif pada keadaan post-partum (transabdominal).

  1. e. Ligasi + reseksi + penanaman tuba falopii

Reseksi Cornu

Prosedur ekstensif yang memerlukan laparotomi.

  • Utero-tubal junction diikat dengan benang yang dapat diserap
  • Insisi tuba falopii proximal dari ikatan, membebaskannya dari mesosalpinx, kemudian membuang 1 cm dari tuba falopii.
  • Myometrium uterus disekitarnya di eksisi berbentuk baji (wedge excision) untuk mencegah endometriosis dan kehamilan ektopik, dan bagian proximal dari segmen distal tuba falopii di tanam ke dalam ligamentum latum.

Keuntungan tehnik ini adalah gangguan minim pada suplai darah ligamentum latum dan ovarium. Kerugian adalah angka kegagalan cukup tinggi dan dapat terjadi perdarahan hebat.

Tehnik Uchida

Larutan garam fisiologis-adrenalin (1:1000) disuntikkan di bawah serosa pars ampullaris, sehinnga terjadi spasme vaskuler lokal dan pembengkakan (ballooning) dari mesosalpinx, dan terjadi pemisahan dari permukaan serosa dengan bagian muskularis tuba falopii.

Serosa di insisi dan dibebaskan ke belakang

Segmen sepanjang 5 cm dari bagian proximal tuba falopii dipotong, ujung yang pendek diikat dengan benang yang tidak diserap dan segmen tuba falopii yang telah diikat secara otomatis membenamkan dirinya dibawah serosa

Pinggir dari insisi serosa dikumpulkan sekitar ujung distal tuba falopii dan diikat secata ikatan –rangkaian- kantong (purse-string-suture) sehingga tuba falopii ditinggalkan menonjol kedalam cavum abdomen.

Keuntungan tehnik ini adalah sangat efektif dan kerugiannya adalah mengerjakannya jauh lebih sukar dari metode ligasi lainnya.

2.5.3. Macam-macam Kontrasepsi Mantap

  1. Metode Operatif Wanita (MOW) atau dikenal Tubektomi

Ialah tindakan yang dilakukan pada kedua tuba falopii wanita yang mengakibatkan yang bersangkutan tidak menyebabkan kehamilan.

(Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan, Prof. dr. Ida Bagus Gde Manuaba, Sp. OG, hal 462)

  1. Metode Operatif Pria (MOP) atau dikenal Vasektomi

Ialah tindakan yang dilakukan pada kedua vas different pria yang mengakibatkan yang bersangkutan tidak menyebabkan kehamilan.

(Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan, Prof. dr. Ida Bagus Gde Manuaba, Sp. OG, hal 462).

2.5.4. Syarat-syarat Kontrasepsi Mantap

Setiap peserta kontap harus memenuhi 3 syarat, yaitu:

  1. Sukarela
    Setiap calon peserta kontap harus secara sukarela menerima pelayanan kontap; artinya sedcara sadar dan dengan kemauan sendiri memilih kontap sebagai cara kontrasepsi
  2. Bahagia
    Setiap calon peserta kontap harus memenuhi syarat bahagia, artinya:

calon peserta tersebut dalam perkawinan yang sah dan harmonis dan  telah dianugerahi sekurang-kurangnya 2 orang anak yang sehat rohani dan jasmani

bila hanya mempunyai 2 orang anak, maka anak yang terkecil paling sedikit umur sekitar 2 tahun

umur isteri paling muda sekitar 25 tahun

  1. Kesehatan
    Setiap calon peserta kontap harus memenuhi syarat kesehatan; artinya tidak ditemukan adanya hambatan atau kontraindikasi untuk menjalani kontap. Oleh karena itu setiap calon peserta harus diperiksa terlebih dahulu kesehatannya oleh dokter, sehingga diketahui apakah cukup sehat untuk dikontap atau tidak.

Selain itu juga setiap calon peserta kontap harus mengikuti konseling (bimbingan tatap muka) dan menandatangani formulir persetujuan tindakan medik (Informed Consent).

2.5.5. Keuntungan dan Kerugian Kontrasepsi Mantap

  1. a. Keuntungan

Secara umum keuntungan kontap wanita dan pria dibandingkan dengan kontrasepsi lain adalah :

Lebih aman, karena keluhan lebih sedikit dibandingkan dengan cara kontrasepsi lain

Lebih praktis, karena hanya memerlukan satu kali tindakan saja

Lebih efektif, karena tingkat kegagalannya sangat kecil dan merupakan cara kontrasepsi   yang permanen

Lebih ekonomis, karena hanya memrlukan biaya untuk satu kali tindakan saja

Secara khusus keuntungan kontap wanita dan pria adalah :

  1. 1. Tubektomi (MOW)

Ñ  Sangat efektif dan “permanen”

Ñ  Dapat mencegah kehamilan lebih dari 99%

Ñ  Tidak ada efek samping dalam jangka panjang

Ñ  Tidak mempengaruhi proses menyusui

Ñ  Pembedahan sederhana, dapat dilakukan dengan anestesi local

Ñ  Tidak menggangu hubungan seksual

  1. 2. Vasektomi (MOP)

Sangat efektif dan “permanen”

Tidak ada efek samping dalam jangka panjang

Dapat mencegah kehamilan lebih dari 99%

Tidak menggangu hubungan seksual

Tindakan bedah yang aman dan sederhana

  1. b. Kerugian
  2. 1. Tubektomi (MOW)

Rasa sakit/ketidaknyamanan dalam jangka pendek setelah tindakan.

Ada kemungkinan mengalami resiko pembedahan.

  1. 2. Vasektomi (MOP)

Tidak dapat dilakukan pada orang yang masih ingin memiliki anak.

Harus ada tindakan pembedahan minor.

2.5.6.     Indikasi Kontrasepsi Mantap

  1. 1. Tubektomi (MOW)

Usia lebih dari 26 tahun

Sudah punya anak cukup (2 anak), anak terkecil harus berusia minimal 5 (lima) tahun

Yakin telah mempunyai keluarga yang sesuai dengan kehendaknya

Pada kehamilannya akan menimbulkan risiko kesehatan yang serius

Ibu pascapersalinan

Ibu pasca keguguran

  1. 2. Vasektomi (MOP)

Untuk laki-laki subur sudah punya anak cukup (2 anak) dan istri beresiko tinggi

Hal yang harus dilakukan setelah menjalani operasi:

¤  Istirahat secukupnya, dan selama 7 hari setelah operasi sebaiknya tidak bekerja berat.

¤  Bekas luka harus bersih dan tetap kering selama 7 hari.

¤  Minum obat yang diberikan oleh dokter sesuai aturan.

¤  Meski sudah boleh berhubungan intim dengan istri/pasangan setelah 7 hari tindakan operasi diambil, namun pasangan tersebut masih harus memakai alat kontrasepsi lain selama kurang lebih 3 bulan. Bagi pria, kira-kira pada 10-12 kali persenggamaan setelah operasi, dianjurkan memakai kondom. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah kehamilan akibat sisa-sisa sperma yang terdapat dalam cairan mani. Sementara pasangannya menggunakan metode lain yang cocok. Setelah vasektomi, air mani tetap ada, tetapi tidak lagi mengandung bibit. Ini karena vasektomi tidak sama dengan pengebirian.

¤  Jangan lupa memeriksa ulang ke dokter: 1 minggu, 3 bulan, 6 bulan, dan 1 tahun setelah operasi.

2.5.7. Kontraindikasi Kontrasepsi Mantap

  1. 1. Tubektomi (MOW)

Hamil (sudah terdeteksi atau dicurigai)

Menderita tekanan darah tinggi

Kencing manis (diabetes)

Penyakit jantung

Penyakit paru-paru

Perdarahan vaginal yang belum terjelaskan (hingga harus dievaluasi)

Infeksi sistemik atau pelvik yang akut (hingga masalah itu disembuhkan atau dikontrol)

Ibu yang tidak boleh menjalani pembedahan

Kurang pati mengenai keinginannya untuk fertilisasi di masa depan

Belum memberikan persetujuan tertulis

  1. 2. Vasektomi (MOP)

Infeksi kulit atu jamur di daerah kemaluan

Menderita kencing manis

Hidrokel atau varikokel yang besar

Hernia inguinalis

Anemia berat, ganguan pembekuan darah atau sedang menggunakan antikoagulansia

2.5.8. Efek Samping dan Penanganan Kontrasepsi Mantap

Pada tubektomi dan vasektomi, efek samping dan penanganannya sama, yaitu:

Komplikasi Penanganan
Infeksi luka Apabila terlihat infeksi luka, obati dengan antibiotik. Bila terdapat abses, lakukan drainase dan obati seperti yang terindikasi.
Demam pascaoperasi (> 38° C) Obati infeksi berdasarkan apa yang ditemukan
Luka pada kandung kemih, intestinal (jarang terjadi) Mengacu ke tingkat asuhan yang tepat. Apabila kandung kemih atau usus luka dan diketahui sewaktu operasi, lakukan reparasi primer. Apabila ditemukan pascaoperasi, dirujuk ke rumah sakit yang tepat bila perlu.
Hematoma (subkutan) Gunakan packs yang hangat dan lembab di tempat tersebut. Amati; hal ini biasanya akan berhenti dengan berjalannya waktu tetapi dapat membutuhkan drainase bila ekstensif.
Emboli gas yang diakibakan oleh laporoskopi (sangat jarang terjadi) Ajukan ke tingkat asuhan yang tepat dan mulailah resusitasi intensif, termasuk:

cairan intravena, resusitasi kardio pulmonar, dan tindakan penunjang kehidupan lainnya.

Rasa sakit pada lokasi pembedahan Pastikan adanya infeksi atau abses dan obati berdasarkan apa yang ditemukan.
Perdarahan superfisial (tepi-tepi kulit atau subkutan) Mengontrol perdarahan dan obati berdasarkan apa yang ditemukan.

BAB III

PENUTUP

  1. a. Kesimpulan

Keluarga Berencana (KB) adalah tindakan yang membantu individu atau pasangan suami istri untuk mendapatkan objektif-objektif tertentu, menghindari kelahiran yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang memang diingikan, mengatur interval di antara kehamilan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami istri, menentukan jumlah anak dalam keluarga.

Petugas kesehatan (bidan) harus memberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada pasien dengan tepat dan jelas dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktik KB sehingga tercapai penambahan peserta baru, membina kelestarian peserta KB, serta meletakkan dasar bagi mekanisme sosio-kultural yang dapat menjamin berlangsungnya proses penerimaan.

  1. b. Saran

Seyogyanya petugas tidak memberikan nasihat, karena ini berarti kita yang membuat keputusan. Tetapi adakalanya kita dituntut untuk memberikan nasihat. Dalam hal ini kita harus memperhatikan bagaimana mereka menerima nasihat tersebut.

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s